Kampung ini berada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, tepatnya di Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk. Bagi warga kampung yang melanggar akan menanggung resiko. Bisa kita bilang untuk tinggal di Pulau Jawa sangat tidak mungkin bila satu kampung hanya di huni 7 keluarga saja. Namun kampung satu ini memang benar benar berbeda dengan yang lainya. Karena memang hanya berisi 7 kepala keluarga saja.


Sedangkan bagi kelaurga yang melarang atau melanggar pantangan ini maka harus menanggung resiko kehilangan salah satu kelaurga mereka dalam kematian, entah mitos atau legenda dari masyarakat ini, karena memang sudah begitu adanya. Kampung ini terletak di atas puncak gunung api purba Nglanggeran. Untuk berkunjung ke kampung Nglanggeran ini memang tidak terlalu sulit karena akses jalan menuju lokasi sudah di aspal oleh Pemkab Gunungkidul, Yogyakarta.

Kita menggunakan sepeda motor untuk menuju dan mengunjungi kampung ini. Namun untuk menuju ke sana, sekitar kanan dan kiri jalan di peuhi dengan bebatuan besar. Di lokasi kampung ini cuaca yang cerah dan dikelilingi pemandangan perbukitan yang indah. dapat di temukan kurang lebih 9 rumah di antaranya yang berjajar. Jarak antar rumah pun cukup berjauhan. Nampak nya memang seperti kampung pada umumnya, bentuk bangunan dan keadaan masyarakat yang ada disana hampir sama dnegan kampung kampung biasa.

Menurut sesepuh kampung memang mengatakan sudah dari jaman buyut harus di tinggali hanya 7 kepala keluarga saja, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Kalau kurang mereka akan menambah dan kalau kelebihan masyarakat akan meninggal kan kampung tersebut. Bagi mereka yang sudah berkeluarga, mereka harus meninggalkan kampung tersebut di kampung lain.

Sehingga jumlah kepala kelaurga di daerah itu tetap 7 kepala kelaurga saja. Di kampung in ihanya ada 20 orang saja semua memiliki rumah yang tersebar di area perbukitan. Hingga saat modern seperti ini anak anak mereka pun juga masih mempercayai keadaan dan kondisi kampung halamannya ini. Karena memang sudah turun temurun kondisi keluarga mereka harus seperti ini.

Untuk kondisi kemasyarakatan seperti RT juga tidak jauh berbeda dengan kondisi kampung biasanya, ketika mereka menyelenggarakan adat desa, misal bersih desa juga hanya 7 kepala kelauarga itu tadi, mungkin ada kerabat dari luar kampung yang ikut membantu.