Sangiran – Indonesia terdapat beberapa situs manusia purba, namun jika ditanya mana yang paling terkenal maka jawabannya adalah Sangiran. Ini dikarenakan situs arkeologi yang berada di sebelah utara kota Solo tepatnya di wilayah kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Provinisi Jawa Tengah ini memiliki setengah dari jumlah populasi temuan Homo Erectus di seluruh dunia.

Sejarah Museum Sangiran

Karena hal tersebut, maka pada tahun 1996 Sangiran ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oeh UNESCO dengan nama, The Sangiran Early Man Site. Dan sejak saat itu, Sangiran sering dikunjungi wisatawan mulai dari wisatawan domestic hingga wisatawan mancanegara.

Mengunjungi Museum Purba Sangiran, pengunjung seakan diajak melakukan perjalanan waktu ke zaman purbakala untuk melihat sambil mengenal bentuk kehidupan manusia jutaan tahun lalu. Hal itu mulai dirasakan ketika memasuki Museum Manusia Purba Sangiran pengunjung disambut dengan patung manusia purba tanpa busana yang berukuran raksasa.

sangiran image by http://anjas-prasetiyo.blogspot.co.id

Biasanya patung ini sering dijadikan tempat seru-seruan oleh pengunjung untuk berfoto karena ukurannya patungnya yang besar dan mempertontonkan alat vital yang besar otomatis membuat pengunjung iseng mengambil foto bersama patung tersebut.

Nah, pada saat memulai penjelajahan Museum Purba Sangiran terdapat papan informasi yang intinya seakan-akan Museum Purba Sangiran ingin memberi tahu umurnya dengan mengatakan, “Anda sedang berdiri diatas lahar Gunung Lawu purba yang berusia 1,8 juta tahun”. Wow! Keren sekali, bukan!? Merasakan sensasi berdiri diatas tanah purba tempat Museum Purba Sangiran didirikan.

Museum Memiliki 3 Ruang Pameran

Museum ini memiliki tiga ruang pamer yang berada di sepanjang lorong museum dimana masing-masing ruangan memiliki tema yang berbeda dari ruangan lainnya. Pemisahan ruangan dengan tema yang berbeda ini disusun sedemikian rupa agar memudahkan pengunjung mempelajari kehidupan di zaman purba secara berurutan.

Ruang pamer 1 bertemakan kekayaan Sangiran dan temuan berbagai jenis fosil di Sangiran yang ditemukan oleh G.H. Ralph von Koenigswald bersama peneliti lainnya. Di ruangan ini juga terdapat replika buka harian Charles Darwin serta penjelasan mengenai temuan jurnal harian dan pemikirannya.

Beranjak ke Ruang Pamer 2. Ruangan ini bertemakan Langkah-Langkah Kemanusiaan dan berisi rekam jejak silsilah umat manusia dan kehidupan manusia purba pada saat itu dan lengkap dengan tayangan audio visual film tentang kehidupan manusia prasejarah.

Dan terakhir, di Ruang Pamer 3 ruangannya bertemakan Masa Keemasan Homo Erectus 500.000 tahun yang lalu lengkap dengan replikanya serta fosil-fosil yang ditemukan pada masa itu dimana terdapat fosil binatang darat (banteng purba, gajah purba, rusa purba, dll), fosil binatang air, (buaya purba, kepiting purba, hiu purba, dll) hingga alat-alat yang digunakan manusia purba juga dipamerkan di ruangan ini.

sangiran image by http://www.satyawinnie.com

Uniknya, selama berkeliling di museum ini pengunjung akan disajikan pemandangan yang memamerkan berbagai spesies makhluk hdup purba dalam ukuran aslinya dipadukan dengan latar belakang lingkungan alam asli dengan persprektif sebenarnya. Pemandangan tersebut menggambarkan aktifitas atau kegiatan yang umum dilakukan oleh manusia purba pada masa itu. Seperti misalnya berburu, berkelahi dengan binatang buas bahkan ada pula pemandangan seorang ibu purba yang sedang memberi makan anaknya dengan tatapan kasih sayang. Pemandangan ini membuat imajinasi pengunjung seakan benar-benar sedang menyaksikan secara langsung kehidupan zaman purba secara nyata.

Cindera Mata dan Berfoto Selfie

Setelah puas mengelilingi museum, pengunjung bisa berfoto di pintu keluarnya yang terdapat kalimat yang bertuliskan “Museum Manusia Purba Sangiran The Homeland of Javaman”. Dan perjalanan wisata rasanya belum lengkap jika belum membawa cinderamata dari tempat wisata. Pengunjung bisa membeli souvenir seperti gelang, Rosario batu berwarna-warni hingga patung pahatan manusia purba dengan berbagai ukuran.

Pastinya, berkunjung ke Museum Purba tidak akan membuat pengunjung bosan. Karena berkunjung ke museum ini pengunjung akan mendapatkan pengalaman jalan-jalan sambil belajar tentang kehidupan prasejarah. Dan selama di dalam tempat ini ada banyak sekali sudut-sudut ruangan yang bisa dijadikan tempat berfoto dan dijadikan koleksi postingan di sosial media.

Lokasi Sangiran

Situs Purbakala Sangiran terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Secara geografis luasnya yang mencapai 78 km2  ini meliputi tiga kecamatan di Sragen (kalijambe, Plupuh dan Gemolong) dan termasuk Kecamatan Gondangrejo yang berada di Kabupaten Karanganyar

Rute Menuju Museum Sangiran

Untuk mengunjungi Situs Sangiran bisa ditempuh dari kota Solo menuju Purwodadi yang kurang lebih jarak tempuhnya hanya 15 km. Namun jika ingin lebih mudah lagi bisa dengan melewati Kabupaten Sragen. Disarankan jika ingin mengunjungi tempat ini lebih baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewa karena belum ada sarana transportasi umum menuju Sangiran.

Harga Tiket Masuk Sangiran

Harga tiket masuk ke Museum Purbakala Sangiran sangiran sangatlah murah. ada dua tempat pembayaran yang bisa dilakukan. Untuk masuk ke kawasan Sangiran dikenakan tarif Rp 3.500 bagi wisatawan domestic dan Rp 7.500 bagi wisatawan asing. Sedangkan untuk masuk Museum Sangiran dikenakan tarif hanya Rp 1.500 per orang baik wisatawan domestic maupun asing.

Jam Operasional Berkunjung

Untuk jam berkunjungnya, museum ini mulai beroperasional dari pukul 08.00 – 16.00 WIB dan dibuka dari hari Selasa sampai Minggu. Setiap hari Senin tempat ini ditutup. Kecuali jika hari libur sekolah, tempat ini juga dibuka meskipun di hari Senin.