Pantai Ngrenehan tak hanya menjadi destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan indah, tapi juga menjadi tujuan wisata kuliner bagi para wisatawan.

Pantai Ngrenehan sering digunakan nelayan setempat untuk menyandarkan kapalnya sehabis mencari ikan.

Banyak yang bilang harga ikan di Pantai Ngrenehan tergolong murah sehingga banyak wisatawan yang tak hanya berekreasi, tapi juga memborong ikan untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang dan dimasak di rumah.

Pantai Ngrenehan Ngobaran Nguyahan

Pantai Ngrenehan, Ngobaran, dan Nguyahan terletak di satu garis pantai yang sama. Ketiganya berada di satu lokasi desa yaitu Desa Kanigoro, Kec Saptosari, Kab Gunungkidul, Yogyakarta.

Jarak Pantai Ngrenehan dari kota Wonosari sekitar 30 kilometer ke arah selatan dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi.

sumber : http://rikanof.blogspot.co.id/

Pantai Ngrenehan terkenal dengan harga ikannya yang murah. Selain itu juga menjadi tujuan wisata kuliner bagi Anda yang senang menyantap aneka masakan laut. Anda bisa puas makan seafood di Pantai Ngrenehan.

Sementara di Pantai Ngobaran Anda akan menjumpai sejumlah pura seperti di Bali. Pantai Ngobaran memiliki pemandangan yang indah dengan banyak batu karang besar yang terdapat di tempat ini.

Agak berbeda dengan Pantai Ngrenehan, dan Ngobaran, di Pantai Nguyahan Anda akan diajak berpetualang menaiki bukit dengan jalan yang masih berupa batuan kapur dan kondisinya agak curam.

Garis pantai di Nguyahan lebih panjang dibandingkan Ngobaran dan Ngrenehan. Panorama alam di Pantai Nguyahan tak kalah mengagumkan dari Ngrenehan dan Ngobaran.

Lokasi Pantai Ngrenehan

Pantai Ngrenehan Gunungkidul merupakan salah satu obyek wisata pilihan yang bisa Anda jadikan referensi untuk mengisi liburan. Bila Anda pernah rekreasi ke Pantai Gesing, Pantai Ngrenehan yang berlokasi di Desa Kanigoro, Kec Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini letaknya tak jauh dari situ.

Anda dapat menuju lokasi Pantai Ngrenehan melewati Jalan Raya Wonosari atau Jalur Imogiri – Panggang. Akses terdekat adalah dengan melewati jalur Imogiri – Panggang, Anda bisa tiba lebih cepat dengan melewati rute tersebut.

Jalan Menuju Pantai Ngrenehan

Jalan menuju Pantai Ngrenehan sangat mudah ditempuh. Bila Anda datang dari arah pusat kota Yogyakarta, rute yang dapat ditempuh antara lain:

Yogyakarta >> Piyungan >> Pathuk >> Sambipitu >> Pertigaan Gading (Lapangan Terbang) belok kanan ke arah Playen >> Paliyan >> Trowono >> Kanigoro >> sampai di Pantai Ngrenehan.

Wisatawan yang ingin menuju lokasi wisata Pantai Ngrenehan masih harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak di antara semak dan pepohonan. Pasalnya, pantai ini memang tidak berada di pinggir jalan.

Meski berada di kawasan pesisir selatan Jawa yang berhadapan dengan Samudera Hindia, Ombak di Pantai Ngrenehan tidak terlalu besar. Pantai ini termasuk aman untuk wisatawan yang ingin berenang atau bermain di pinggiran pantai.

sumber : http://jogjadaily.com

Selain berenang dan bermain air, di Pantai Ngrenehan Anda juga dapat memborong ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan harga yang terjangkau.

Di sebelah utara pantai, terdapat bukit karang yang cukup unik karena menyerupai koral yang ada di dalam laut. Anda juga akan menemukan kerang-kerang kecil berserakan di atas bukit tersebut.

Ada banyak keseruan yang bisa Anda nikmati di Pantai Ngrenehan. Itulah alasannya mengapa pantai ini dapat menjadi referensi tujuan wisata yang menyenangkan bagi Anda dan keluarga.

Tiket Masuk Pantai Ngrenehan

Bagi pengunjung yang ingin masuk dan menikmati wisata Pantai Ngrenehan akan dikenai biaya tiket masuk. Harga tiket masuk Pantai Ngrenehan relatif terjangkau, hanya sebesar Rp 5.000. Tetapi, tarif tersebut belum termasuk biaya parkir bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi.

Komentar Pantai Ngrenehan

Menurut penuturan warga sekitar Pantai Ngrenehan, banyak yang berkomentar mengenai penginapan di Pantai Ngrenehan. Dulu sekitar tahun 1997 ada investor asing yang ingin membangun penginapan dan resort di Pantai Ngrenehan.

Bahkan, sejumlah fasilitas seperti gapura, gazebo, dan patung dari pahatan batu sudah mulai dibangun. Namun proyek tersebut harus terhenti akibat adanya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 di Indonesia.

Memang seandainya proyek tersebut tetap berlanjut, warga agak khawatir mengenai dampaknya terhadap pembelian atas kepemilikan lahan di sekitar pantai.

Selain itu, mata pencaharian utama warga sekitar sebagai nelayan juga kemungkinan besar akan terancam. Belum lagi pembangunan yang berkelanjutan dapat pula berdampak pada ekosistem alam di sekitar kawasan Pantai Ngrenehan.