Pulau Panjang – Wisata di Jepara tak hanya Karimun Jawa saja, namun ada satu lagi tempat wisata tersembunyi yang layak dikunjungi bagi wisatawan yang berencana liburan ke Jepara, yaitu Pulau Panjang.


Pulau yang terletak di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara ini merupakan sebuah pulau perawan yang masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan sehingga keindahan pulau ini tak jauh berbeda seperti Karimun Jawa.

Selain disebut sebagai pulau perawan, pulau ini juga dijuluki sebagai pulau tak berpenghuni seperti Pulau Sempu yang ada di Malang. Bedanya, di pulau panjang ini hanya ada 8 orang saja yang ada di pulau ini. 5 diantaranya adalah penjaga mercusuar yang terletak di bagian barat pulau yang bertugas secara bergiliran, 2 orang lagi merupakan penjaga makam dan semuanya laki – laki. hanya ada 1 wanita yang daridulu memang sudah tinggal disini. oleh karena itu lah pulau panjang disebut juga sebagai pulau tak berpenghuni.

pulau panjang image by Pegipegi.com

Pada tahun 1858, Pulau Panjang pernah mengalami kerusakan serius akibat pencurian terumbu karang dan penebangan hutan mangrove sehingga permukaan tanah pulau ini terkikis akibat hempasan ombak laut. Akibatnya yang semula pulau ini luasnya 70 Ha akhirnya habis dan tersisa 30 ha saja karena ulah tangan manusia. Tak hanya sebatas itu, sedimentasi dari gelontoran lumpur hulu sungai juga menjadi salah satu alasan kerusakan pulau panjang. Sangat disayangkan sekali, namun begitulah kenyataan dibalik sejarah kelam Pulau Panjang.

Meski begitu, patut disyukuri karena pulau ini masih banyak menyisakan kekayaan alam yang menjadi potensi keindahannya karena masih ditumbuhi oleh banyak terumbu karang dan ikan-ikan menggemaskan yang hidup di sekitar terumbu karang menjadi alasan pulau ini masih memiliki pesona yang memukau.

Terdapat Sebuah Hutan Tropis

Di tengah Pulau Panjang terdapat sebuah hutan tropis dengan ciri khas pohonnya yang besar. Pohon  di pulau ini didominasi oleh pohon randu, pohon dadap, pohon asam jawa bahkan ada pula pohon pinus yang telah berumur puluhan tahun. Dan diantara pepohonan yang menjulang tinggi tersebut juga diselingi oleh tumbuhan perdu dan semak sebagai tempat burung berkembang biak.

Di balik keasriannya, di dalam pulau ini juga terdapat sebuah makam yang biasanya diziarahi oleh orang – orang dari jepara maupun dari luar jepara. Makam tersebut adalah makam dari seorang ulama besar bernama Syeikh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy. Beliau merupakan seorang penyebar agama Islam di Jepara dan orang pertama yang datang dan membuka Pulau Panjang. Tak heran setelah wafatnya, beliau dimakamkan di pulau ini.

Setiap tahun, Pulau Panjang diadakan empat kali untuk peringatan (khoul) oleh umat islam sehingga pada waktu – waktu tersebut Pulau Panjang dipenuhi oleh para peziarah dan puncak peringatannya diadakan ada bulan Syuro (Muhararram).

Lantaran beliau dimakamkan di pulau ini dan diziarahi oleh banyak orang maka area makam dilengkapi dengan sebuah mesjid, pendopo dan kamar mandi. Fasilitas tersebut dibangun agar para penziarah lebih nyaman dan khusyu’ ketika memanjatkan doa untuk beliau.

Misteri Pulau Panjang

Dan di Pulau Panjang terdapat sebuah sumber air berupa sumur yang memiliki rasa yang agak payau. Sumur tersebut dinamakan Air Barokah. Sebagian orang mempercayai mitos bahwa sumber air tersebut dapat membawa keselamatan dan kesehatan.

Karena berada di ketinggian 4 meter diatas permukaan laut  dengan kedalaman 10 – 20 meter dan laut di pinggir pantainya yang hanya sekitar 1,5 – 2,5 meter sehingga menciptakan gelombang laut yang tenang dengan laut yang dangkal. Artinya, pulau ini akan sangat cocok dan aman untuk melakukan aktivitas menyenangkan melihat keindahan dari kehidupan laut sambil berenang, diving, snorkeling dan juga bermain kano.

Selain aktivitas tersebut, bagi pengunjung yang senang melakukan aktivitas yang membutuhkan keringat dapat pula menjelajahi area Pulau Panjang dengan berjalan di sepanjang pulau melewati hutan dan semak belukar. Tentunya tak perlu khawatir dengan medan trekking nya, karena sudah ada jalan setapak yang sudah dipasang paving block dengan lebar 1 meter tentunya akan memudahkan pengunjung mengelilingi pulau ini.

Serunya lagi, di pulau panjang diperbolehkan bermalam dengan mendirikan tenda untuk camping. Sambil merebahkan diri menikmati kesunyian malam dengan bintang – bintang bertaburan di langit dan ditemani suara deburan ombak yang tenang.

Rute Menuju Pantai Panjang

Perjalanan menuju Pulau Panjang umumnya melalui 2 jalur, yaitu dari Pantai Kartini serta jalur dari Pantai Bandengan. Adapun Rute yang dapat ditempuh untuk sampai ke Pulau Panjang antara lain sebagai berikut :

Rute ke Pantai Kartini dari Terminal Bus Jepara :

Arah Tenggara – Jl. M.T Haryono – Belok kanan  – Belok kanan ke Jl. A.E Suryani – Lurus – Belok kiri – Jl. Pelabuhan Kartini – Belok Kiri – Pantai Kartini

Rute dan Transportasi ke Pantai Bandengan dari Terminal Bus Jepara :

Arah barat laut – Jl. Pasar Burung Jepara – Belok kanan – Jl. Pasar Burung Jepara – Belok kiri ke Jl. Cik Lanang – Belok kanan ke Jl. CT. Winarso – Jalan terus ke Jembaran Cinta – Belok kiri ke Jl. Tirto Samudro – Pantai Bandengan

Sementara itu, bagi yang berasal dari luar kota terlebih dahulu harus menuju ke Kabupaten Jepara lalu menuju ke salah satu dari dua pantai tersebut. Setelah itu akses transportasi menuju Pulau Panjang harus menyeberang dengan menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Ada 3 perahu yang ada, yaitu :

  1. Dari Pantai Kartini menggunakan Perahu Sapta Pesona dengan tarif Rp 13.000/orang. Wisatawan dapat bebas mengunjungi Pulau Panjang selama 1 hari.
  2. Dari Pantai Bandengan menggunakan Perahu Wisata Bahari dengan tarif Rp 10.000/orang. Sayangnya, wisatawan hanya dapat berkunjung ke Pulau Panjang selama 1 jam. Sedangkan jika menginap tariff sewanya menjadi Rp 30.000/orang.
  3. Bagi yang berangkat rombongan disarankan menggunakan perahu nelayan yang dapat disewa di Pantai Prawean dengan tarif Rp 100.000 s/d Rp 200.000

Harga Tiket Masuk Pulau Panjang

Ketika tiba di Pulau Panjang, akan terlihat sebuah jembatan kayu yang digunakan untuk berjalan kaki menuju pulau.  Disana sudah ada petugas yang akan meminta tarif retribusi Rp 5.000. Setelah membayar uang tiket masuk, wisatawan bebas berpetualang menyusuri pulau sambil berfoto selfie ataupun wefie.

Selain harga tiket, jika wisatawan ingin menyewa tenda ataupun alat snorkeling maka masing – masing harganya dikenakan biaya sewa yang sama, yaitu Rp 50.000.

Fasilitas di Pulau Panjang

Saat ini fasilitas yang tersedia di Pulau Panjang, yaitu adanya musholla di dekat makam, sumur Air Barokah, tempat sewa peralatan snorkeling, dermaga perahu wisata, tempat sampah dan juga kamar mandi.

Penginapan di Pulau Panjang Jepara

Untuk penginapan di Pulau Panjang sendiri belum ada. Karena itu pilihan satu – satunya bermalam di pulau panjang adalah dengan camping mendirikan tenda. Padahal penginapan di pantai ini dapat diusung dengan konsep Go Green berupa rumah pohon tanpa listrik sehingga tetap menjaga ekosistem hutan di Pulau Panjang.

Sayangnya, Pemerintah Kabupaten Jepara belum memanfaatkan peluang tersebut. Padahal di Pulau Panjang terdapat Makam Syeikh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy, seandainya ada resort, villa atau pun penginapan di pulau ini maka para penziarah bisa ke Pulau Panjang di waktu apapun baik siang maupun malam hari karena adanya fasilitas yang memadai untuk beristirahat.