Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi di Wisata Gunung Tangkuban Perahu Bandung – Kota Bandung memang tidak hanya mengenai fashion dan kulinernya saja, ada hal yang menarik lainnya dari kota ini. Bila Anda sudah merasa bosan dengan suasana perkotaan Bandung, maka Anda bisa mencoba menikmati wisata alamnya. Anda dapat datang ke salah satu objek wisata yang paling ramai dikunjungi di kota Bandung, salah satunya adalah wisata gunung tangkuban perahu.
Objek wisata gunung tangkuban perahu ini adalah salah satu gunung aktif di Bandung bagian utara, tepatnya ada di Cikole Lembang, atau sekitar 20 km dari kota Bandung. Letusan terakhir gunung ini pada tahun 2013 lalu, tetapi walaupun demikian, gunung ini masih sangat aman untuk dikunjungi para wisatawan.
Tidak sama seperti gunung berapi yang lain, puncak gunung tangkuban perahu ini bentuknya sangat unik, yakni panjang dan mirip sekali dengan sebuah perahu terbalik. Pada lereng gunung tangkuban perahu juga terdapat sebuah hamparan perkebunan teh, sehingga tak heran jika banyak wisatawan yang betah berlama-lama menikmati keindahannya.
Legenda sangkuriang dan dayang sumbi
Seperti halnya dengan gunung lainnya yang ada di Indonesia yang mempunyai cerita rakyat, objek wisata gunung tangkuban perahu ini pun juga mempunyai sebuah cerita yang tengah dipercaya sebagai asal usul terbentuknya gunung tersebut. Cerita sangkuriang dan dayang sumbi pastinya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang.
Diceritakan di jaman dulu kala, hiduplah seorang wanita cantik yang bernama dayang sumbi, kecantikannya sudah diketahui banyak orang, dayang sumbi ini telah hidup berdua bersama anaknya yang bernama sangkuriang di hutan belantara. Dayang sumbi sangat menyayangi anaknya dan meraka pun hidup bahagia bersama seekor anjingnya, si tumang, yang sebenarnya ayah dari sangkuriang.
Disuatu hari sangkuriang membuat kesalahan, ia pergi berburu rusa bersama anjingnya, hingga sore hari ia tidak mendapat satu pun rusa. Sangkuriang takut ibunya kecewa, sehingga pada akhirnya ia memutuskan untuk membunuh anjingnya dan membawa dagingnya ke rumah. Sesampai di rumah dayang sumbi segera memasak daging tersebut, setelah memakan, beru ia menyadari ketidak beradaan anjing kesayangannya tersebut. Sangkuriang akhirnya mengakui atas kesalahannya dan dayang sumbi sangat marah padanya, lalu ia melemparkan sebuah batu hingga mengenai kepala anaknya dan mengusirnya pergi.
Beberapa hari kemudian dayang sumbi menyesal dan berdoa agar diberi umur panjang dan awet muda, selang beberapa tahun, akhirnya dayang sumbi bertemu dengan anaknya. Dayang sumbi masih muda dan anaknya pun tampan, singkat cerita, akhirnya mereka berdua jatuh cinta.
Disuatu hari sangkuriang berkata ingin menikahi dayang sumbi, dan disaat itu juga dayang sumbi melihat bekas luka dikepala sangkuriang sehingga ia sadar bahwa ia adalah anaknya yang dulu diusirnya. Dayang sumbi pun kemudian cari cara supaya mereka tidak jadi menikah. Lalu ia mengajukan syarat, bahwa sangkuriang harus bisa membuat danau dan perahu hanya dalam 1 malam. Menjelang pagi, danau dan perahu yang dibuatnya pun hampir selesai, dayang sumbi pun khawatir, kemudian berdoa agar matahari segera terbit, dan akhirnya doanya terkabul. Sangkuriang pun belum berhasil menyelesaikan perahunya dan marah, lantas ia menendang perahu setelah jadi ke tengah danau. Perahu mendarat dengan posisi terbali, dan perahu tersebut yang kemudan disebut sebagai gunung tangkuban perahu.
Itulah legenda sangkuriang dan dayang sumbi di wisata gunung tangkuban perahu Bandung. Semoga bermanfaat.