93. Coban Glotak

Ada beberapa objek wisata air terjun yang letaknya dekat dengan Kota Malang, dan hampir semuanya mempunyai nama yang unik. Coban Glotak, misalnya. Nama mata air ini konon berdasarkan bunyi dari bebatuan yang sering jatuh bersama air yang terjun dari atas.


Dari pusat Kota Malang, lokasi Coban Glotak yang terletak di wilayah Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir ini jaraknya sekitar 20 kilometer. Jika ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, biasanya perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh ini memakan waktu sekitar 1 jam. Ini karena kondisi jalanan kurang bagus, sehingga kendaraan harus berjalan pelan-pelan.

Lokasi Coban Glotak relatif sulit untuk ditemukan, dan hanya ada penunjuk jalan yang sangat sederhana, yang terletak di pertigaan Pabrik Gula Kebon Agung. Jadi, sangat dianjurkan bagi siapapun yang ingin berkunjung ke objek wisata ini untuk melengkapi diri dengan gadget yang ada Google Maps nya. Jika Anda masih saja kebingungan, sebaiknya Anda langsung bertanya kepada penduduk setempat saja.

Para pengunjung tidak bisa naik kendaraan sampai ke dekat air terjun di Coban Glotak. Kendaraan hanya bisa sampai di tempat parkir yang tersedia di perkampungan yang letaknya di lereng Gunung Kawi. Setelah itu, para pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh, melewati jalan yang berbatu, dengan pemandangan lahan yang ditanami berbagai macam tanaman seperti cabe rawit, dan yang lainnya.

Sekitar 1 kilometer dari tempat parkir kendaraan, ada loket masuk. Biaya masuk ke kawasan wisata yang dikelola oleh Perhutani ini sebesar Rp. 4000 per orang. Setelah melewati loket masuk, para pengunjung harus melanjutkan berjalan kaki, dengan melewati medan yang cukup berat, yang terdiri dari jalan yang menurun, bebatuan, dan semak-semak yang tinggi.

Dengan berjalan kaki, jarak antara loket masuk dengan lokasi air terjun Coban Glotak dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Jadi memang objek wisata alam yang satu ini hanya cocok bagi para wisatawan yang berstamina bagus dan berjiwa petualang. Coban Glotak termasuk air terjun yang tinggi, dengan ketinggian sekitar 100 meter.

Walaupun sangat menggoda, sebaiknya para pengunjung tidak bermain di bawah air terjun. Karena sesuai dengan namanya, memang sering ada batu yang ikut terjun bersama air, dan tentunya bisa sangat berbahaya. Dari segi fasilitas, sebenarnya tidak ada fasilitas apapun. Tidak ada kamar mandi, warung makan, dan yang lainnya. Karena memang, walaupun sudah dikelola, pengelolaannya belum maksimal.